Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Senin, 2 November 2026, Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan pembinaan mental yang bertempat di Ruang H. Busthanul Arifin PTA Pekanbaru. Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Ketua PTA Pekanbaru, Dr. H. M. Sutomo, S.H., M.H., dan diikuti oleh seluruh personel PTA Pekanbaru. Pada kesempatan kali ini, pembinaan mental mengangkat tema “Sholawat dan Keutamaannya”, yang mengajak seluruh aparatur untuk senantiasa mengingat Rasulullah SAW serta menumbuhkan kecintaan kepada beliau melalui amalan sholawat.

Dalam penyampaiannya, Ketua PTA Pekanbaru mengingatkan bahwa di tengah kesibukan dan berbagai tuntutan pekerjaan, manusia membutuhkan ruang untuk menenangkan serta menata hati. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat bukan sekadar ucapan yang dilafalkan, melainkan juga wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW, sosok teladan dalam keimanan, akhlak mulia, kesabaran, dan pengabdian.

Perintah untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, Surah Al-Ahzab ayat 56, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam tentang keutamaan bersholawat dan pentingnya memuliakan Rasulullah SAW. Dalam pembinaan tersebut, disampaikan pula pesan “Satu sholawat, sepuluh rahmat”, yang mengingatkan bahwa setiap Muslim dianjurkan untuk memperbanyak sholawat sebagai salah satu bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, Ketua PTA Pekanbaru menjelaskan berbagai keutamaan membaca sholawat, di antaranya memperoleh rahmat Allah SWT, mengharapkan syafaat Rasulullah SAW, mengikuti keteladanan dalam ketaatan kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta menjadi salah satu sebab diampuninya dosa dengan izin Allah SWT.

Namun, keutamaan sholawat tidak hanya berhenti pada banyaknya bacaan yang dilafalkan. Kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya tercermin dalam perilaku sehari-hari. Orang yang mencintai Rasulullah akan berusaha menjaga lisannya, memperbaiki akhlaknya, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta menjadikan ajaran dan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Dalam lingkungan kerja, nilai-nilai yang terkandung dalam amalan sholawat juga dapat diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. Aparatur peradilan diharapkan senantiasa menjaga tutur kata, bersikap santun, menghormati sesama, bekerja dengan penuh keikhlasan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Membiasakan membaca sholawat secara istiqamah dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga ketenangan hati dan memperkuat kesadaran spiritual. Dengan hati yang terjaga, setiap aparatur diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan pekerjaan dengan sabar, bijaksana, dan penuh tanggung jawab.

Menutup pembinaan mental, seluruh personel PTA Pekanbaru diajak untuk merenungkan kembali pertanyaan sederhana, tetapi bermakna: Sudahkah kita menyisihkan waktu setiap hari untuk bersholawat kepada Rasulullah SAW? Di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, jangan sampai kita melupakan amalan yang dapat mengingatkan kita kepada sosok mulia yang menjadi teladan sepanjang zaman.

Melalui pembinaan mental ini, diharapkan seluruh aparatur PTA Pekanbaru semakin membiasakan diri memperbanyak sholawat, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mengamalkan akhlak mulia dalam kehidupan pribadi maupun kedinasan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan, menguatkan keimanan, serta membimbing seluruh aparatur agar dapat menjalankan amanah dengan ikhlas, berintegritas, dan penuh tanggung jawab.