Tembilahan – Dalam rangka memperkuat kualitas pelayanan publik dan membangun budaya kerja yang profesional, Pengadilan Agama (PA) Tembilahan kembali melaksanakan kegiatan briefing pagi bagi petugas Layanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Selasa (30/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang PTSP Pengadilan Agama Tembilahan tersebut dipimpin oleh Kasubbag Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana (Ortala), Yedi Purwanto, S.H., serta diikuti oleh seluruh petugas PTSP sebelum dimulainya pelayanan kepada masyarakat.

Dalam briefing tersebut, Yedi Purwanto menyampaikan pembinaan kepada seluruh petugas layanan dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu layanan yang inklusif, menjaga integritas, dan disiplin dalam bekerja. Ketiga aspek tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang berkualitas, profesional, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Terkait layanan inklusif, Yedi Purwanto mengingatkan bahwa setiap pencari keadilan berhak memperoleh pelayanan yang sama tanpa adanya diskriminasi. Oleh karena itu, seluruh petugas PTSP diharapkan mampu memberikan pelayanan yang ramah, mudah diakses, responsif, serta memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, perempuan, dan anak. Menurutnya, sikap santun, empati, dan profesionalisme harus senantiasa menjadi bagian dari budaya pelayanan di Pengadilan Agama Tembilahan.

Selain memberikan pelayanan yang inklusif, beliau juga menegaskan pentingnya menjaga integritas sebagai nilai dasar seorang aparatur peradilan. Integritas merupakan modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Untuk itu, seluruh aparatur diminta agar senantiasa bekerja secara jujur, transparan, bertanggung jawab, serta memegang teguh kode etik dan pedoman perilaku aparatur Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Dalam arahannya, Yedi Purwanto turut mengingatkan pentingnya disiplin dalam bekerja, baik dari aspek ketepatan waktu, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, maupun tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan. Menurutnya, disiplin kerja merupakan salah satu faktor penentu dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat, efektif, dan berkualitas.

"Setiap aparatur harus memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Layanan yang inklusif, integritas yang terjaga, serta disiplin dalam bekerja merupakan tiga pilar utama dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang prima. Jadikan setiap pelayanan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan implementasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK," tegas Yedi Purwanto.

Kegiatan briefing pagi merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebelum pelayanan dimulai sebagai sarana pembinaan, koordinasi, evaluasi singkat, serta penyamaan persepsi bagi petugas PTSP. Melalui briefing ini diharapkan setiap petugas memiliki kesiapan dalam memberikan pelayanan yang profesional, cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan para pencari keadilan.

Melalui pelaksanaan briefing secara konsisten, Pengadilan Agama Tembilahan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif, berintegritas, dan akuntabel. Komitmen tersebut sejalan dengan penerapan nilai-nilai BerAKHLAK, pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta upaya mewujudkan badan peradilan yang agung dan modern