Tembilahan – Ketua Pengadilan Agama (PA) Tembilahan Kelas IB, Ahmad Syafruddin, S.H.I., M.H., menghadiri Rapat Koordinasi “Coffee Morning Session” Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir yang digelar di Markas Kodim 0314/Inhil, Jalan Jenderal Ahmad Yani Parit 9, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (14/09/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi forum koordinasi lintas instansi dalam membahas berbagai isu strategis dan perkembangan situasi terkini di Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya wilayah Tembilahan. Turut hadir Bupati Indragiri Hilir H. Herman, S.E., M.T., Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Iwan Taruna, S.T., M.Si., Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir Johannes Harysundy Siregar, S.H., M.H., serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, beberapa agenda utama menjadi pembahasan, di antaranya antisipasi dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), keamanan dan ketertiban masyarakat, permasalahan sosial kemasyarakatan, serta berbagai hal aktual dan mendesak yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut bersama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir menyampaikan bahwa luas Karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir mengalami peningkatan. Pada tahun 2025 tercatat sekitar 166,6 hektare, sedangkan pada tahun 2026 mencapai sekitar 522,65 hektare, atau meningkat sebesar 213,72 persen. Salah satu wilayah yang tercatat mengalami Karhutla pada tahun 2026 adalah Kecamatan Gaung dengan luas sekitar 92 hektare.

Selain itu, terdapat 12 kecamatan yang dipetakan rawan Karhutla, yaitu Batang Tuaka, Gaung, Gaung Anak Serka, Keritang, Kempas, Mandah, Pelangiran, Pulau Burung, Teluk Belengkong, Tempuling, Kemuning, dan Tembilahan. Sejumlah langkah antisipatif terus dilakukan, antara lain penetapan status siaga darurat, penguatan posko siaga, patroli, sosialisasi dan edukasi, kesiapan personel serta peralatan, koordinasi lintas sektor, dan apel siaga Karhutla.

Kapolres Indragiri Hilir juga menyampaikan perkembangan penanganan Karhutla. Sebagian besar titik api di wilayah belakang telah berhasil dipadamkan, meskipun masih terdapat beberapa lokasi yang memerlukan perhatian karena berpotensi menyebar. Tim penanganan Karhutla terus dikerahkan untuk melakukan pemantauan, pengamanan, pemadaman, dan pencegahan.

Kondisi lahan gambut serta akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Oleh karena itu, penyisiran dan pendinginan dilakukan secara berulang dengan melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PA Tembilahan Ahmad Syafruddin, S.H.I., M.H., menyampaikan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dan Forkopimda dalam menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah melalui koordinasi lintas sektor.

“Pengadilan Agama Tembilahan mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla secara terpadu guna melindungi masyarakat dan lingkungan. Kami juga berharap situasi keamanan tetap kondusif serta setiap permasalahan sosial dapat diselesaikan secara persuasif dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ungkapnya.

Ahmad Syafruddin juga menegaskan bahwa PA Tembilahan siap mendukung sinergi antarinstansi dalam menangani berbagai persoalan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

Sementara itu, Bupati Indragiri Hilir menekankan pentingnya pemantauan perkembangan situasi secara bersama-sama. Setiap isu yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah diharapkan dapat segera diantisipasi melalui koordinasi dan langkah konkret lintas sektor.

Bupati juga meminta penguatan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Penanganannya perlu dilakukan secara cepat dan terpadu dengan melibatkan Forkopimda, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan, serta masyarakat.

Selain Karhutla, aspek keamanan, ketertiban, dan sosial kemasyarakatan turut menjadi perhatian. Seluruh pihak diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif serta menyelesaikan setiap persoalan yang muncul secara cepat, persuasif, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi antarinstansi dalam menghadapi berbagai dinamika daerah. Hasil pembahasan diharapkan dapat ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga setiap persoalan aktual dapat ditangani secara cepat, tepat, dan efektif.

Kegiatan Coffee Morning Session Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir berakhir pada pukul 10.50 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Forum tersebut diharapkan terus menjadi sarana memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas Kabupaten Indragiri Hilir.