Pangkalan Kerinci, Kamis 16 Juli 2026

Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan sistem merit serta tata kelola organisasi yang transparan dan profesional, Ketua Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci, Sudarman, S.Ag., M.H., mengikuti Fit and Proper Test dalam rangka seleksi penempatan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas IB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk memastikan bahwa setiap pejabat yang akan menduduki jabatan struktural memiliki kompetensi, integritas, kepemimpinan, serta rekam jejak yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Melalui proses seleksi yang objektif dan akuntabel, Mahkamah Agung terus berupaya menghadirkan aparatur peradilan yang profesional dan berintegritas.

Dalam pelaksanaan Fit and Proper Test, para peserta menjalani serangkaian tahapan penilaian yang meliputi kemampuan manajerial, kepemimpinan, pemahaman terhadap kebijakan Mahkamah Agung, wawasan teknis yudisial, hingga komitmen dalam mewujudkan reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Keikutsertaan Sudarman, S.Ag., M.H. dalam seleksi ini mencerminkan dedikasi dan kesiapan untuk terus mengemban amanah yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan peradilan. Pengalaman memimpin Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di satuan kerja dengan klasifikasi yang lebih tinggi.

Selain menjadi ajang evaluasi kompetensi, Fit and Proper Test juga menjadi sarana untuk memastikan bahwa proses promosi dan penempatan pejabat dilaksanakan berdasarkan prinsip objektivitas, kompetensi, dan integritas. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang terus dikembangkan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam menciptakan lembaga peradilan yang modern, terpercaya, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Keluarga besar Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci memberikan dukungan dan doa agar seluruh rangkaian Fit and Proper Test dapat berjalan dengan lancar. Diharapkan, hasil dari proses seleksi ini akan menghasilkan pemimpin-pemimpin peradilan yang mampu membawa perubahan positif, memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, serta semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Melalui proses seleksi yang transparan, akuntabel, dan profesional, Mahkamah Agung Republik Indonesia terus meneguhkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia peradilan yang unggul, berintegritas, dan siap menjawab tantangan organisasi demi terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang Agung.(Erman_PA.Pkc)