خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad, ath-Thabrani).

Ujung Tanjung – Pengadilan Agama (PA) Ujung Tanjung Kelas IB kembali melaksanakan kegiatan rutin apel pagi pada Senin, 8 Juni 2026. Bertempat di halaman utama kantor pengadilan, apel pagi ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, hakim, pejabat struktural dan fungsional, staf, serta PPPK PA Ujung Tanjung.

Bertindak sebagai Pembina Apel adalah Hakim PA Ujung Tanjung, Ismail, S.H., M.H. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan sebuah filosofi hidup yang sangat mendalam dan mengorelasikannya langsung dengan komitmen pelayanan publik di lingkungan peradilan.

Di hadapan seluruh peserta apel, Ismail, S.H., M.H., mengajak aparatur peradilan untuk merenungkan hakikat penciptaan sebuah pohon yang kokoh dan sarat manfaat. Beliau mengumpamakan idealisme pelayanan di Pengadilan Agama Ujung Tanjung seperti anatomi pohon yang sempurna.Akar yang menghujam ke dalam tanah berfungsi sebagai penopang dan pencegah erosi. Di dalam pengadilan, ini adalah simbol fondasi integritas, kejujuran, dan pemahaman hukum yang kuat dari setiap aparatur agar institusi tetap tegak berwibawa.

"Hiduplah seperti pohon. Akarnya bermanfaat untuk menguatkan tanah, pohonnya menjadi tempat berlindung, dan buahnya bermanfaat untuk dimakan orang. Perumpamaan inilah yang harus kita ejawantahkan dalam sistem pelayanan di Pengadilan Agama Ujung Tanjung," ujar Ismail dalam amanatnya.

Pembina Apel juga memberikan sentuhan spiritual dengan mengutip salah satu hadis Rasulullah SAW yang sangat relevan dengan semangat pelayanan publik:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad, ath-Thabrani).

Beliau menekankan bahwa status sebagai pelayan masyarakat di Pengadilan Agama bukan sekadar ladang mencari nafkah, melainkan ladang ibadah yang besar. Setiap kemudahan yang diberikan kepada masyarakat yang sedang dirundung masalah hukum akan bernilai pahala yang mengalir.(Redaksi PTIP)