
Tembilahan - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Pengadilan Agama Tembilahan menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat pada Senin, 10 November 2025, bertempat di halaman Upacara Pengadilan Agama Tembilahan di Jalan H.R. Soebrantas No. 77, Tembilahan Hilir.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB, dipimpin oleh Hakim Pratama Muda Pengadilan Agama Tembilahan, Amry Saputra, S.H.
Dalam amanatnya Pembina Upacara, Amry Saputra, S.H membacakan amanat Menteri Sosial:
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka,
Kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.
Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa:
Pertama, Kesabaran para Pahlawan.
Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi,
sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.
Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa,
tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.
Kedua, Semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.
Ketiga, pandangan jauh ke depan.
Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang,
untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian.
Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial,
hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak.
Pahlawanku Teladanku,
Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.


Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh Aparatur untuk merenungkan jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus hidup dalam diri setiap warga negara, khususnya aparatur peradilan.
Mari kita teladani nilai-nilai perjuangan seperti keikhlasan, keberanian, dan pengabdian tanpa pamrih. Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai pengingat akan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas negara dengan integritas dan semangat kebangsaan.

Upacara diikuti oleh seluruh jajaran aparatur Pengadilan Agama Tembilahan, mulai dari Hakim-hakim, Panitera, Sekretaris, hingga staf fungsional dan struktural. Mereka mengenakan pakaian dinas lengkap dan mengikuti rangkaian upacara dengan penuh penghormatan.
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan dan harapan agar semangat perjuangan mereka terus menjadi inspirasi dalam membangun bangsa.

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

