
Chef dari PA Tanjung Balai karimun dan PN Tanjung Balai karimun berfoto bersama sebelum berlomba
pa-tbkarimun.go.id—Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah pepatah R.A. Kartini yang selalu menjadi acuan dan motivasi wanita Indonesia dari sabang hingga merauke. Maka tidak heran jika setiap tahunnya pada tanggal 21 April 2016 selalu ada peringatan hari Kartini, tujuannya adalah supaya nilai nilai agung yang di ajarkan sang Raden Ajeng tetap terjaga sampai kapanpun tanpa tergerus oleh pekatnya jaman.
Seperti yang dilakukan Dharma Yukti Cabang Tanjung Balai Karimun pada Jumat kemaren. Namun ada yang berbeda pada perayaan tahun ini dimana DYK mengadakan lomba memasak anatara Kantor Pengadilan Negeri dan Kantor Pengadilan Agama, namun bukan ibu ibunya yang memasak tetpai bapak bapaknya sebagai bentuk penghormatan pada kaum wanita. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua PN Tanjung Balai Karimun Bapak Fathul Mujib, SH,MHyang menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut merupakan symbol penghargaan dan penghormatan kaum laki-laki terhadap kaum perempuan yang jasa-jasanya begitu besar dalam kehidupan seorang suami, bahkan beliau mengutip hadits nabi “ummuka, ummuka, ummuka jawab rasul ketika ditanya siapa yang harus paling dihormati di dunia ini” ucap Bapak KPN baru dilantik beberapa minggu kemarin.
Disamping itu lomba yang adakan juga merupakan symbol kebersamaan yang antara PN dengan PA yang harus senantiasa di jaga, karena kedua duanya lahir dalam satu rahim yang sama yakni Mahkamah Agung, ibaratnya PN dengan PA merupakan kakak beradik yang harus saling menyayangi satu sama lainnya.
Acara masak memasak tersebut memang tidak terlalu rumit, hanya memasak nasi goring saja, namun namanya memasak bagi kaum laki-laki semudah apapun itu merupakan hal yang sangat sulit, untuk itu ketika acara tersebut dimulai keceriaan begitu Nampak di wajah para ibu-ibu yang menyaksikan karena melihat tingkah lucu bapak-bapak ketika mengiris bumbu bahkan ketika akan menggoreng telor.
Dari KPN, KPA, Hakim, Pejabat Strukturan dan Fungsional dan stad hingga honorer semuanya berlomba menunjukan “skill” dadakan atau bahkan skill yang sudah lama terpendam karena sudah tidak lagi menghirup aroma bum bu mentah semenjak lulus kuliah ataupun pondok pesantren sehingga terkadang mungkin agak ragu membedakan mana gula dan mana garam.
Ditengah keterbatasan kemampuan bapak-bapak memasak ahirnya sepiring nasi gorengpun siap dihidangkan, dan para dewan juri mencicipi satu persatu hasil masakan tersebut, berbeda beda Nampak raut muka sang dewan juri, terkadang menunjukan raut wajah keasinan, kepedesan tapi ada juga menunjukan muka sumringah pertanda bahwa masakan itu terasa nikmat.
Tiba ahirnya pengumuman siapa pemenang dalam acara lomba tersebut, dan sungguh diluar dugaan hamper semua kategori juara di embat oleh Kantor Pengadilan Agama, juara pertama Drs. Kiagus Ishak, KPA TBK, Juara Kedua Zulherman, Jurusita, Juara Ketiga, H. Sulaiman, S.Ag.,M.H., Wakil Ketua, harapan Satu Adi Sufriadi, Hakim, dan Harapam tiga Asrul, Kasubbag Perencanaan, TI dan Pelaporan, dari Kanotor PN hanya juara harapan dua saja. Mungkin ini pertanda bahwa bakat masak bapak-bapak Pengadilan Agama ini terpendam lama setelah lulus pondok pesantren.
{jcomments on}

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

