Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Tausiah Ramadhan hari ke-21 yang disampaikan setelah sholat zuhur berjamaah di Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru diisi oleh Panitera PTA Pekanbaru, Drs. Fakhrurazi, MH. Dalam tausiahnya beliau mengangkat judul “Golongan yang Dirindukan Surga.” Tausiah ini dihadiri oleh jamaah sholat zuhur dari keluarga besar PTA Pekanbaru.
Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa surga diciptakan oleh Allah SWT bagi manusia yang beriman. Setiap muslim tentu memiliki keinginan besar untuk dapat masuk ke dalam surga. Semua kaum muslimin merindukan surga sebagai tempat kembali yang penuh kenikmatan. Namun pada hakikatnya, bukan hanya manusia yang merindukan surga, surga juga merindukan manusia, tetapi dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
Penceramah menyampaikan bahwa terdapat empat golongan orang yang dirindukan oleh surga.
Pertama, orang yang selalu membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan jantung dan pedoman hidup umat Islam. Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan menjadi pahala dan kelak dapat memberikan syafaat bagi pembacanya di yaumil akhir. Oleh karena itu, umat Islam tidak hanya dituntut untuk membaca, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau juga menyoroti kelemahan umat Islam saat ini, yaitu seringkali beribadah hanya secara simbolistik, tetapi menjauhi substansinya. Banyak orang melaksanakan sholat berjamaah, namun dalam kehidupan sehari-hari tidak menjaga kebersamaan dan persaudaraan. Padahal makna salam di akhir sholat mengandung pesan untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, baik ke arah kanan maupun kiri sebagai simbol pentingnya silaturahmi dan hubungan sosial. Demikian pula dengan puasa yang esensinya mengajarkan manusia untuk merasakan penderitaan orang lain yang hidup dalam kekurangan dan kelaparan.
Kedua, orang yang menjaga lidahnya. Lidah merupakan bagian kecil dari tubuh, namun memiliki dampak yang sangat besar. Dengan lidah seseorang dapat menyebarkan kebaikan, tetapi juga dapat menimbulkan fitnah, perselisihan, dan menyakiti orang lain.
Ketiga, orang yang memberi makan kepada orang yang lapar. Sikap peduli terhadap sesama merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat dianjurkan. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat dicintai oleh Allah SWT.
Keempat, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah tersebut.
Dalam tausiah tersebut juga disampaikan tentang doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah SAW, Dalam hadits tersebut, Jibril berdoa tiga kali dan Rasulullah mengaminkannya.
Isi doa tersebut adalah:
- Celaka seseorang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah, lalu ia keluar dari Ramadhan dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni. Maka Jibril berkata:
“Celaka orang yang mendapati Ramadhan namun tidak diampuni dosanya.”
Lalu Rasulullah menjawab: “Aamiin.”
- Celaka seseorang yang ketika disebutkan nama Nabi Muhammad, ia tidak bershalawat kepadanya.
Jibril berkata: “Celaka orang yang ketika namamu disebut ia tidak bershalawat kepadamu.”
Rasulullah menjawab: “Aamiin.”
- Celaka seseorang yang masih memiliki kedua orang tua atau salah satunya, namun ia tidak berbakti kepada mereka sehingga tidak masuk surga.
Jibril berkata: “Celaka orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya dalam keadaan tua tetapi tidak menjadikannya masuk surga.”
Rasulullah menjawab: “Aamiin.”
Hadits ini diriwayatkan antara lain oleh Imam Ahmad dan Imam At-Tirmidzi.
Makna dari hadits ini adalah peringatan keras bagi umat Islam agar:
- Memanfaatkan bulan Ramadhan untuk meraih ampunan Allah.
- Selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW ketika namanya disebut.
- Berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju surga.

Di akhir tausiah, penceramah mengingatkan pentingnya memberikan akses dan dorongan kepada anak-anak untuk lebih banyak membaca Al-Qur’an agar mereka tumbuh dengan kecintaan terhadap kitab suci. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa ketika seseorang berada dalam keadaan sakaratul maut, maka disunnahkan bagi keluarga terdekat untuk membacakan Surah Yasin di dekatnya, dengan harapan agar dimudahkan dalam menghadapi sakaratul maut dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
Tausiah ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk terus memperbaiki kualitas ibadah serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, sehingga termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dirindukan oleh surga.

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

