Siak Sri Indrapura – pa-siak.go.id

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa Suatu ketika Rasulullah akan menaiki sebuah tangga mimbar untuk melaksanakan kutbah, setiap kali Rasulullah menaiki tangga mimbar beliau berkata “Aamiin” sampai tangga ke tiga. Kemudian para sahabat bertanya kepada Rasulullah mengapa beliau selalu mengucapkan “Aamiin” setiap kali menaiki tangga tersebut. Rasulullah pun menjelaskan:
“Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: 'Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan namun dosanya tidak diampuni.' Maka aku mengucapkan: 'Aamiin'. Kemudian ia berkata: 'Celakalah seseorang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya masih hidup namun tidak menyebabkannya masuk surga.' Maka aku mengucapkan: 'Aamiin'. Kemudian ia berkata: 'Celakalah seseorang yang namamu disebutkan di sisinya namun ia tidak bershalawat kepadamu.' Maka aku mengucapkan: 'Aamiin'." (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Al-Albani).
1. Golongan yang Menyia-nyiakan Ramadhan
Golongan ini dianggap merugi karena Ramadhan adalah bulan dengan obral ampunan dan rahmat. Jika di bulan yang penuh ampunan dan rahmat itu ia sia-siakan dalam mencari pengampunan, pahala dan rahmat, maka sungguh merugilah ia.
قَالَ لِي جِبْرِيلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَقُلْتُ : آمِينَ
“Jibril ‘Alaihis Salam berkata kepadaku: ‘Sungguh sangat merugi seseorang yang ia masuk kedalam bulan Ramadhan lalu tidak diampuni dosanya.’ Kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ‘Aku pun mengucapkan: Aamiin (Ya Allah, kabulkanlah).'”
2. Golongan yang Pelit Bershalawat atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
Rasulullah ﷺ menyebut orang yang tidak bershalawat ketika nama beliau disebut sebagai orang yang sangat bakhil (pelit). Kerugian mereka adalah hilangnya syafaat dan rahmat dari Allah (karena satu shalawat kepada Nabi dibalas sepuluh rahmat dari Allah).
ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْتُ : آمِينَ
Kemudian “Jibril ‘Alaihis Salam berdoa: ‘Sungguh sangat merugi seseorang yang disebutkan nama engkau di hadapannya lalu ia tidak bershalawat atasmu.’ Maka aku pun mengucapkan: ‘Ya Allah, kabulkanlah'”
3. Golongan yang Durhaka/Menyia-nyiakan Orang Tua
Kesempatan memiliki orang tua yang sudah lanjut usia adalah pintu surga yang paling lebar. Jika anak tidak berbakti saat mereka masih ada, ia kehilangan kunci surga yang paling utama.
ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، فَقُلْتُ : آمِينَ
Kemudian “Jibril ‘Alaihis Salam berdoa: ‘Sungguh sangat merugi seseorang yang mendapai kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya lalu ia tidak masuk surga.’ Maka aku pun mengucapkan: ‘Ya Allah, kabulkanlah'

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

