WhatsApp Image 2026-03-05 at 14.53.59.jpeg

pa-bangkinang.go.id

Bangkinang – Dalam rangka menghidupkan suasana ibadah di bulan suci Ramadan, keluarga besar Pengadilan Agama Bangkinang secara rutin melaksanakan kegiatan keagamaan yang diawali dengan shalat Zuhur berjamaah, dilanjutkan dengan kultum (kuliah tujuh menit) serta tadarus Al-Qur’an bersama. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di lingkungan kantor Pengadilan Agama Bangkinang dan diikuti oleh para hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya untuk memakmurkan bulan Ramadan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja. Dengan melaksanakan shalat berjamaah serta kegiatan keagamaan secara bersama-sama, diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan keimanan, serta mempererat ukhuwah di antara seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Bangkinang.

Setelah pelaksanaan shalat Zuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Ustadz Syukrillah. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema “4 Janji Malaikat kepada Orang yang Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.” Tema ini memberikan pengingat kepada seluruh jamaah tentang betapa besar keutamaan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Syukrillah menjelaskan bahwa shalawat merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, shalawat juga menjadi salah satu amalan yang mendatangkan keberkahan serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan adanya janji-janji para malaikat bagi orang-orang yang senantiasa memperbanyak shalawat kepada Nabi.

Dalam kultumnya, beliau menyampaikan empat janji malaikat kepada orang yang gemar bershalawat. Janji pertama datang dari Malaikat Jibril, yang berjanji akan memegang tangan orang yang bershalawat dan menuntunnya melewati shirath, yaitu jembatan yang terbentang di atas neraka, dengan kecepatan kilat sehingga ia dapat melewatinya dengan selamat.

Janji kedua berasal dari Malaikat Mikail, yang berjanji akan memberi minum dari telaga Nabi Muhammad SAW kepada orang yang rajin bershalawat. Dengan minuman tersebut, seseorang tidak akan merasakan kehausan selamanya. Selain itu, Malaikat Mikail juga akan melindungi orang tersebut dari panasnya Padang Mahsyar pada hari kiamat.

Selanjutnya, Malaikat Israfil berjanji akan bersujud kepada Allah SWT dan tidak akan mengangkat kepalanya sebelum Allah SWT mengampuni dosa-dosa orang yang senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan shalawat bagi umat Islam.

Adapun janji keempat datang dari Malaikat Izrail, yang berjanji akan mencabut nyawa orang yang rajin bershalawat dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, sebagaimana cara malaikat tersebut mencabut nyawa para nabi dan para wali Allah.

Melalui tausiyah tersebut, Ustadz Syukrillah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan shalawat sebagai amalan yang senantiasa dibaca dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperbanyak shalawat, diharapkan hati menjadi lebih tenang, iman semakin kuat, serta mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.

Setelah kultum selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Dengan membaca dan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, suasana Ramadan di lingkungan kantor terasa semakin khusyuk dan penuh keberkahan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas yang dilaksanakan selama bulan Ramadan di Pengadilan Agama Bangkinang sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan kerja. Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Bangkinang dapat memanfaatkan bulan suci Ramadan dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal ibadah serta mempererat kebersamaan.

Dengan adanya kegiatan shalat berjamaah, kultum, dan tadarus Al-Qur’an, suasana Ramadan di Pengadilan Agama Bangkinang tidak hanya menjadi momen menjalankan ibadah secara pribadi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat spiritualitas dan kebersamaan dalam lingkungan kerja.(ITK/TimITPABkn)