
pa-bangkinang.go.id
Selasa, 03 Maret 2026, bertepatan dengan hari ke-13 bulan suci Ramadan 1447 H, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan rangkaian kegiatan rutin Ramadan berupa salat Zuhur berjamaah, kultum, dan tadarus Al-Qur’an. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan mental dan spiritual aparatur yang secara konsisten dilaksanakan selama bulan Ramadan guna memperkuat nilai keimanan dan integritas dalam pelaksanaan tugas.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah yang diikuti oleh pimpinan, para hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan tampak mewarnai pelaksanaan ibadah, mencerminkan semangat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas diri, baik secara pribadi maupun institusional.
Kultum pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Almukarram M. Afrizal, S.H., selaku Panitera Pengadilan Agama Bangkinang. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema bahwa Ramadan adalah bulan perlombaan dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Disampaikan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak amal saleh.
Beliau menekankan bahwa perlombaan dalam konteks Ramadan bukanlah perlombaan yang bersifat duniawi, melainkan kompetisi spiritual untuk menjadi pribadi yang lebih baik di sisi Allah SWT. Berlomba dalam membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, meningkatkan kualitas salat, menjaga lisan, serta memperbaiki akhlak merupakan wujud nyata dari semangat Ramadan. Dalam lingkungan kerja, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, serta pelayanan yang tulus kepada masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Ramadan juga menjadi sarana evaluasi diri. Setiap individu diajak untuk mengukur sejauh mana peningkatan kualitas ibadah dan akhlak dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa meninggalkan perubahan yang signifikan dalam karakter dan perilaku. Justru sebaliknya, bulan suci ini harus menjadi titik tolak untuk membangun kebiasaan baik yang terus berlanjut meskipun Ramadan telah usai.
Setelah penyampaian kultum, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti secara bersama-sama. Ayat-ayat suci dibaca dan disimak dengan penuh kekhusyukan, memperkuat suasana religius di lingkungan kantor. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan membangun budaya kerja yang harmonis serta bernuansa spiritual.
Melalui program Ramadan ini, Pengadilan Agama Bangkinang menunjukkan komitmennya dalam membangun keseimbangan antara profesionalisme kerja dan pembinaan rohani. Diharapkan, nilai-nilai yang ditanamkan selama bulan Ramadan, khususnya semangat berlomba dalam kebaikan, dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Ramadan adalah kesempatan emas yang tidak datang setiap saat. Oleh karena itu, seluruh aparatur diajak untuk memaksimalkan setiap detik di bulan suci ini sebagai ladang amal dan ajang peningkatan kualitas diri, demi meraih derajat takwa dan keberkahan dalam pengabdian.(ITK/TimITPABkn)

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

