Tembilahan, Jum`at 28 November 2025 — Ketua Pengadilan Agama (PA) Tembilahan yang diwakili oleh H. Rusman, S.H.I menghadiri dan mengikuti Upacara Bendera dalam rangka peringatan HUT Ke-54 KORPRI, HUT Ke-80 PGRI, Hari Guru Nasional (HGN), serta Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 yang digelar Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir pada Senin pagi, bertempat di Lapangan Kantor Bupati Indragiri Hilir.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, ASN, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta para pelajar. Kehadiran Ketua PA Tembilahan dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen lembaga peradilan dalam mendukung sinergi antarlembaga serta partisipasi aktif pada kegiatan resmi pemerintah daerah.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Indragiri Hilir H. Herman menyampaikan amanat yang berisi atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Saya mengucapkan tahniah dan selamat Hari Ulang Tahun Korpri ke-54, Hari Ulang Tahun PGRI ke-80, Hari Guru Nasional, dan Hari Kesehatan Nasional ke-61 Tahun 2025. Semoga peringatan yang kita laksanakan hari ini menguatkan komitmen dan tekad kita semua untuk terus melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara serta masyarakat dan daerah yang kita cintai.

Pada momen yang berbahagia ini saya sangat mengapresiasi bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Korpri pada tahun ini mengambil tema: “Bersatu, Berdaulat, Bersama Korpri Mewujudkan Indonesia Maju.” Tema tersebut mengajak seluruh anggota Korpri di seluruh tanah air, tidak terkecuali Korpri di Kabupaten Indragiri Hilir, agar peringatan tahun ini menjadi momentum memperkuat solidaritas dan semangat kebersamaan ASN di seluruh Indonesia. Mari kita jadikan HUT ke-54 Korpri tahun ini sebagai momentum untuk memperluas pengabdian dan meneguhkan komitmen seluruh anggota Korpri/ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Marilah kita jadikan momentum HUT tahun ini sebagai titik tolak perubahan menuju ASN yang lebih berdaya, berintegritas, dan berdampak bagi lingkungan serta masyarakat luas, terutama dalam memberikan pelayanan.

Saya sangat berharap, ketika kita bicara tentang peningkatan kualitas pelayanan publik yang prima, hendaknya setiap anggota Korpri berada di garda terdepan dalam memperjuangkan peningkatan pelayanan publik tentunya dengan menerapkan prinsip efektif, efisien, inovasi, dan komitmen mutu.

Ke depan kita tidak lagi mendengar bahwa pelayanan publik yang diberikan oleh segenap ASN atau anggota Korpri kualitasnya sangat rendah, yang disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM ASN itu sendiri, kurang inovasi, dan rendahnya penguasaan teknologi.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, ke depan segenap anggota Korpri diharapkan dapat menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi guna menjawab tuntutan dan kebutuhan akan pelayanan publik, karena masyarakat mendambakan ASN yang mampu memahami permasalahan riil dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, saya berharap seluruh anggota Korpri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir hendaknya selalu memperkuat solidaritas dan kerja sama dengan menjadikan Korpri sebagai wadah persatuan dan kolaborasi nasional serta memperkuat integritas dan disiplin.

Pada hari ini kita juga memperingati Hari Ulang Tahun PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional Tahun 2025. Tema Hari Guru Nasional tahun ini, “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” adalah sebuah pernyataan yang sangat relevan. Sebagaimana yang kita yakini, tidak akan ada “Indonesia Kuat” tanpa “Guru Hebat.” Guru yang hebat adalah guru yang:

  1. Mengajar dengan hati, tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila.
  2. Adaptif, mampu merangkul teknologi namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.
  3. Tergerak, terus berinovasi dan menjadikan kelas sebagai ruang yang penuh inspirasi dan minim diskriminasi.

Sebagai Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, kami menyadari bahwa tata kelola guru yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kemendikdasmen, kami mendukung penuh program sentralisasi tata kelola guru. Kami berharap, dengan adanya sentralisasi ini, kesejahteraan guru dapat lebih terjamin, distribusi guru lebih merata, dan status guru honorer dapat segera diselesaikan.

Di samping itu, kami juga berkomitmen untuk mendukung program-program prioritas Kemendikdasmen, antara lain:

1.  Wajib Belajar 13 Tahun;

2.  Peningkatan Mutu Vokasi (SMK);

3.  Penguatan Literasi dan Karakter; dan

4.  Inovasi Pembelajaran Digital.

Mari kita jadikan Hari Guru Nasional 2025 ini sebagai momentum untuk memperbaharui janji kita kepada bangsa: mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti.

Sejalan dengan perayaan HUT Korpri, HUT PGRI, dan Hari Guru Nasional, hari ini kita juga memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61 Tahun 2025. Tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” pada Hari Kesehatan Nasional ke-61 adalah seruan pengingat bagi kita semua, bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari.

Fokus kita bergeser dari mengobati orang sakit menjadi menjaga orang sehat tetap sehat. Transformasi kesehatan harus terus kita gelorakan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan akses yang mudah, kualitas yang baik, dan biaya yang terjangkau.

Perjalanan menuju Indonesia sehat adalah perjalanan panjang, menantang, dan penuh harapan. Dengan tekad dan kerja sama, kita akan sampai pada tujuan—mewujudkan generasi sehat yang menjadi fondasi masa depan bangsa yang hebat.

Pada kesempatan berbahagia ini, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan kesehatan Indonesia—tenaga medis, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, serta para kader di setiap pelosok negeri—yang dengan dedikasi tinggi telah menjaga nyawa, menebar harapan, dan menegakkan martabat bangsa. Terus semangat, sebab perjuangan kita belum selesai.

Mari jadikan Hari Kesehatan Nasional ke-61 ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, menumbuhkan optimisme, dan melanjutkan transformasi kesehatan Indonesia. Mari terus membangun kesehatan dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar, di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga seluruh Indonesia. Dari individu dan keluarga yang sehat raga dan jiwanya akan lahir masyarakat yang kuat demi menyongsong tercapainya Indonesia Emas 2045.

Selanjutnya, pada kesempatan ini kita juga akan melaksanakan launching inovasi Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting (GINTAS) yang akan dilanjutkan dengan penyerahan telur secara simbolis terkait program KASIH TERDAHSAT (Kita Amalkan Sedekah Dua Telur Hari Jumat – Tekad Daerah Hadirkan Anak Sehat dan Hebat) kepada Ketua Tim Penggerak PKK selaku Ketua Pelaksana Inovasi Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting (GINTAS).

Stunting merupakan masalah serius yang menjadi tantangan bagi kita semua. Berdasarkan data SSGI Tahun 2024, prevalensi stunting di Indragiri Hilir adalah 25% (paling tinggi dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau), dan ini tentunya memerlukan perhatian lebih dari kita semua, karena stunting atau gagal pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), akan berdampak besar pada kualitas sumber daya manusia kita di masa depan.

Oleh karena itu, saya sebagai Bupati Indragiri Hilir mencetuskan Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting (GINTAS). GINTAS adalah inovasi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam menuntaskan stunting melalui kerja sama di tingkat lokal dengan melibatkan seluruh OPD, kecamatan, desa/kelurahan, PKK, kader hingga masyarakat. GINTAS ini adalah gerakan daerah yang cakupannya meliputi seluruh Kabupaten Indragiri Hilir, dengan tujuan menuntaskan stunting melalui kolaborasi lokal. Saya menunjuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir sebagai Ketua GINTAS, dengan harapan gerakan ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam upaya menjalankan GINTAS, kita hadirkan program KASIH TERDAHSAT (Kita Amalkan Sedekah Dua Butir Telur Tiap Jumat – Tekad Daerah Hadirkan Anak Sehat dan Hebat). Program ini mengajak seluruh ASN, TP PKK, dan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk bersedekah 2 (dua) butir telur setiap hari Jumat secara konsisten dan berkelanjutan.

Kenapa telur? Karena telur mudah didapatkan, mudah diolah, harganya terjangkau, dan mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Telur yang terkumpul akan diserahkan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan STIKES Husada Gemilang, untuk kemudian disalurkan kepada keluarga risiko stunting dan balita stunting. Saya sangat berharap dukungan dari seluruh stakeholder, OPD, organisasi, kecamatan, desa/kelurahan, agar program KASIH TERDAHSAT ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua dalam rangka menuntaskan permasalahan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir.

Pada kesempatan ini, saya juga mengajak kepada kita semua untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif dalam gerakan ini. Mari kita wujudkan Indragiri Hilir yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, inovasi Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting (GINTAS), resmi saya luncurkan. 

Keikutsertaan dalam upacara ini merupakan bagian dari dukungan Pengadilan Agama Tembilahan terhadap kegiatan pemerintah daerah serta bentuk penghormatan kepada seluruh insan yang berperan penting dalam pelayanan publik. “Kita berharap sinergi ini dapat terus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik di sektor pemerintahan, pendidikan, maupun kesehatan,” 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah ASN, guru, dan tenaga kesehatan yang dinilai berprestasi serta foto bersama seluruh peserta upacara.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan profesionalitas seluruh unsur pelayanan publik di Kabupaten Indragiri Hilir semakin meningkat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik.