
Selatpanjang || www.pa-selatpanjang.go.id
Selatpanjang | Senin, 10 November 2025, Dalam keseharian tugasnya, Ibu Marini dikenal sebagai sosok yang penuh dedikasi dan tanggung jawab. Setiap pagi, beliau selalu hadir di kantor untuk mempersiapkan berkas-berkas panggilan sidang yang akan disampaikan kepada para pihak. Meski medan tugas seringkali tidak mudah — melewati jalan berlumpur, menyeberang laut kecil antar pulau, atau menempuh jarak jauh — hal itu tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk menyelesaikan amanah yang diberikan. “Bagi saya, setiap surat panggilan yang tersampaikan dengan baik adalah bentuk pengabdian kepada lembaga dan masyarakat,” ujarnya dengan senyum hangat. Sebagai jurusita, peran beliau sangat vital dalam memastikan kelancaran proses persidangan. Tugas penyampaian panggilan sidang, sita, maupun eksekusi harus dilakukan dengan penuh ketelitian dan kejujuran karena menyangkut hak-hak para pihak yang berperkara. Ibu Marini dikenal oleh rekan-rekan sejawatnya sebagai pribadi yang cermat dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perintah tugas. Ketelitiannya dalam mencatat waktu, tempat, dan pihak yang disampaikan surat menjadi teladan bagi pegawai yang lebih muda.
Kedisiplinan dan loyalitas Ibu Marini tidak hanya terlihat dari cara beliau menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga dalam sikap kesehariannya di lingkungan kerja. Ia selalu memberi contoh tentang pentingnya menjaga integritas dan etika profesi, terutama bagi jurusita yang menjadi perpanjangan tangan pengadilan di tengah masyarakat. Rekan-rekan kerjanya sering mengatakan bahwa kehadiran beliau membawa semangat positif, terlebih bagi pegawai muda yang baru mengenal dunia kejurusitaan. Ketua Pengadilan Agama Selatpanjang memberikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja Ibu Marini. “Beliau adalah contoh nyata bahwa pengabdian tidak mengenal usia. Di tengah perubahan zaman dan digitalisasi layanan, semangat kerja dan tanggung jawab seperti yang beliau tunjukkan tetap menjadi nilai utama bagi ASN Pengadilan Agama,” ujarnya. Menurutnya, ketekunan dan konsistensi seperti inilah yang perlu diwariskan kepada generasi penerus agar nilai kerja keras dan keikhlasan tetap hidup dalam budaya organisasi. Dengan kiprah dan semangatnya, Ibu Marini membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan berkontribusi. Selama lebih dari dua dekade mengabdi, beliau telah menjadi saksi sekaligus pelaku dalam perubahan sistem pelayanan peradilan di Pengadilan Agama Selatpanjang. Sosoknya menjadi inspirasi bahwa tugas yang dijalankan dengan niat tulus dan tanggung jawab akan selalu memberi arti, tidak hanya bagi lembaga, tetapi juga bagi masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari kerja keras seorang aparatur peradilan.
________________________________________
Penulis: Tim Humas PA Selatpanjang
Editor: Humas PA Selatpanjang
Dokumentasi: Protokol & Humas Pengadilan Agama Selatpanjang
________________________________________
Penulis: Tim Humas PA Selatpanjang
Editor: Humas PA Selatpanjang
Dokumentasi: Protokol & Humas Pengadilan Agama Selatpanjang

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

