alt

Suasana saat diruang Sidang Utama

Selatpanjang || www.pa-selatpanjang.go.id

Pengadilan Agama Selatpanjang pada hari Sabtu tanggal 7 Oktober 2017 mendapat kunjungan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama H. Tukiran, S.H., M.H. Kedatangan Sekretaris Ditjen Badilag tersebut disambut oleh Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera dan Sekretaris serta beberapa orang pejabat kepaniteraan dan kesekretariatan di pelabuhan, selanjutnya dibawa menuju PA Selatpanjang, setelah istirahat sejenak di ruangan ketua dan melaksanakan shalat ashar, lalu Sekretraris Ditjen Badilag memasuki ruang Sidang Utama PA Selatpanjang untuk memberikan arahan/bimbingan dan nasihat kepada seluruh pegawai PA Selatpanjang.

Mengawali dimulainya acara pertemuan ini, maka Ketua PA Selatpanjang Drs.Nusirwan, S.H., M.H. mengucapkan selamat datang kepada Bapak Sekretaris Ditjen Badilag di PA Selatpanjang serta ucapan terima kasih yang telah berkenan berkunjung di PA Selatpanjang ini, selanjutnya Ketua PA Slp menjelaskan tentang program-program PA Slp, dan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan optimal kepada pencari keadilan, dan menjelaskan pula tentang personil yang ada di PA Slp serta sekaligus memperkenalkannya satu persatu. Selanjutnya barulah ketua PA Slp mempersilahkan bapak Sekretaris Ditjen Badilag untuk menyampaikan arahannya.

Dalam arahan/bimbingan dan nasihat tersebut, Sekretaris Ditjen Badilag dihadapan pegawai PA Slp menjelaskan banyak hal, diantaranya tentang berbagai kebijakan Ditjen Badilag, tentang system mutasi pegawai kepaniteraan dan kesekretariatan, tentang pos pelayanan hukum, tentang kinerja pegawai serta tak lupa pula tentang Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Muta (SAPM).

Bapak Sekretaris Ditjen Badilag mengajak seluruh pegawai untuk memantapkan komitmen bersama untuk kerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas.Kerja yang dimaksud bapak Sekretaris adalah kerja dalam koridor system yang ada, semuanya harus berjalan dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Selanjutnya juga dijelaskan berkaitan dengan SAPM, bahwa pada tahap awal memang akan ditentukan beberapa pengadilan agama yang menjadi pilot project, tetapi nantinya diharuskan setiap Pengadilan Agama harus melaksanakan standard yang ada diatur dalam SAPM tersebut.

Dari penjelasan itu, dipahami jangan sampai ada anggapan bahwa adanya SAPM ini seakan-akan menambah perkerjaan pegawai, kalau ada anggapan seperti itu maka berarti pekerjaan pegawai tersebut selama ini tidak sesuai dengan standarnya. Pak Sekretaris Ditjen Badilag memberikan contoh kalau selama petugas kebersihan mengatakan setiap hari membersihkan WC 3x sehari tapi tidak ada buktinya hanya sekedar pengakuan, maka yang akan datang harus ada instrument yang harus diisi oleh petugas kebersihan bahwa memang ia telah melakukan tugas tersebut, serta harus memberikan laporannya setiap bulan.

alt

Suasana saat Foto Bersama

Dari arahan, nasihat dan bimbingan dari bapak Sekretaris Ditjen Badilag tersebut, seluruh pegawai merasa banyak mendapat tambahan ilmu dan termotivasi untuk meningkatkan kinerja menjadi jauh lebih yang akan datang. Terima kasih bapak Sekretaris Ditjen Badilag semoga lain kali dapat bertemu kembali. (Tim IT PA Slp).

{jcomments on}