Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Pembinaan mental pada hari Senin tanggal 19 Mei 2025 disampaikan oleh Dra. Hj. Emmafatri, SH., MH dengan judul Integritas Dalam Islam. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PTA Pekanbaru dan diikuti oleh seluruh personil PTA Pekanbaru.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan masyarakat maupun di lingkungan kerja, kita harus selalu menjaga diri kita dari perbuatan yang tidak baik. Agar dapat melaksanakan hal tersebut maka kita harus selalu mengingat 3 hal yakni :

  1. Kita selalu diawasi oleh Allah SWT.
  2. Kita selalu diawasi oleh malaikat Raqib dan Atid.
  3. Kita selalu diawasi oleh diri kita sendiri/ oleh manusia itu sendiri.

Dengan adanyan pengawasan tersebut, sudah sepatutnya kita berhati-hati dalam bekerja atau menjalankan kehidupan sehari-hari, agar selalu berada dijalur yang benar. Dalam surat Yasin ayat 65 menyebutkan yang artinya : “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Ayat ini menjelaskan bahwa di hari kiamat, mulut manusia akan dibungkam, sedangkan tangan dan kaki mereka akan berbicara dan bersaksi tentang perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan di dunia. Kita akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan. Dengan mengingat 3 hal tersebut diatas, maka kita akan selalu berada pada koridor yang benar.

Integritas dalam Islam adalah keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang didasarkan pada kebenaran dan kebaikan. Ini mencakup kejujuran, konsistensi, dan kemampuan untuk mengendalikan diri. Dalam konteks Islam, integritas adalah cermin dari kualitas akhlak yang baik dan mulia (akhlaq al-karimah).

Contoh Integritas dalam Islam:

  1. Kejujuran: Rasulullah SAW dikenal dengan sifat shiddiq (jujur), yang artinya tidak ada kesenjangan antara apa yang ia pikirkan, katakan, dan lakukan.
  2. Konsistensi: Integritas juga mencakup kemampuan untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran dalam berbagai situasi, bahkan di saat sulit.
  3. Mempunyai Integritas Intelektual: Seseorang dengan integritas intelektual tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam surat Al Ahzab ayat 21 menyebutkan yang artinya :” Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah”.

Surah Al-Ahzab ayat 21 berpesan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan yang baik bagi umat Islam, terutama bagi mereka yang mengharap rahmat Allah dan hari kiamat serta sering mengingat Allah. Ayat ini mendorong umat Islam untuk meneladani Rasulullah dalam segala aspek kehidupan, termasuk akhlak, perkataan, dan perbuatan, baik dalam hal agama maupun duniawi.

Ada 9 langkah integritas dalam Islam yakni:

  1. Kejujuran.

Dalam surat Al Ahzab ayat 70 menyebutkan yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”. Ayat ini mengandung pesan penting tentang pentingnya ketaqwaan dan menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tanggungjawab.

Dalam surat Al Mudatsir ayat 38 menyebutkan yang artinya :” Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya”.

Surah Al Mudatsir ayat 38 menjelaskan bahwa setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. Artinya, setiap individu akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di hadapan Allah SWT pada hari kiamat, baik amalan baik maupun buruk. Ayat ini menekankan pentingnya mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan konsekuensi dari perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan.

  1. Disiplin.
  2. Kerjajeras.
  3. Kesederhanaan.
  4. Keberanian.
  5. Peduli.

Dalam Surat Al Maidah ayat 2 menyebutkan yang artinya :” Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”.

  1. Keadilan.

Dalam Surat An Nisa ayat 135 menyebutkan yang artinya :”Orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu”. Ayat ini menegaskan pentingnya menegakkan keadilan dalam segala aspek kehidupan, bahkan jika itu berarti bertentangan dengan kepentingan pribadi atau orang terdekat.

  1. Mandiri.

Semoga pembinaan mental yang telah disampaikan dapat menambah wawasan agar kita mejadi hamba Allah SWT yang selalu bertaqwa. Aamiin.