Perbedaan pandangan politik dan pilihan calon kepala daerah kerap menjadi konflik di dalam lingkungan keluarga, yang menyebabkan terjadinya keretakan rumah tangga yang berujung perceraian. Demikian disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Pekanbaru, Dr. H. Zulkifli Yus, M.H. saat Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan dan Kesiapan Pilkada tahun 2024 Provinsi Riau, Jumat (15/11/2024) di Balai Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru.
Dikutip dari laman
RRI.co.id, Ketua PTA Pekanbaru mengatakan pihaknya menangani sejumlah kasus perceraian pasca Pemilu 2024.
"Ya begini, di dalam Pemilu maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memang sering terjadi gesekan-gesekan di dalam keluarga. Bahkan antara suami dan istri saja bertengkar, diakibatkan oleh bedanya pilihan masing-masing. Sehingga itu berimbas terhadap perseteruan antar keluarga," ujar KPTA.
"Hal kerawanan yang berimbas datang ke Pengadilan Agama ini memang ada. Bahkan kami ada menerima juga keretakan rumah tangga diakibatkan oleh Pemilu kemarin," sambung beliau. KPTA Pekanbaru mengatakan perselisihan bisa terjadi mulai dari saat pencalonan, kampanye, hingga penghitungan suara. Menurutnya, tentu saja hal seperti itu jangan sampai terjadi lagi, untuk mengantisipasi masalah-masalah yang seperti ini perlu dilakukan pendekatan keagamaan.
"Oleh karena kita perlu mengantisipasinya, sebab pengadilan agama itu salah satu fungsinya juga menjaga keutuhan rumah tangga. Nah, di sinilah peran kita mengajak dari para tokoh adat, tokoh agama dan pejabat-pejabat untuk menjaga gesekan tersebut," imbuh KPTA.
Beliau menjelaskan, masyarakat Riau sangat perlu untuk menciptakan suasana harmonis di lingkungan keluarga, meskipun terdapat perbedaan pilihan politik. Beliau juga menekankan keluarga adalah pilar utama dalam menjaga kestabilan sosial di masyarakat. “Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, jangan sampai hal ini menjadi penyebab konflik di dalam keluarga. Sebaliknya, keluarga harus menjadi tempat yang penuh kasih sayang dan saling menghormati, meskipun ada perbedaan pandangan,” tutur KPTA Pekanbaru.
Ketua PTA Pekanbaru juga mengingatkan pentingnya menjunjung nilai-nilai toleransi dan menghormati kebebasan berpendapat, khususnya dalam lingkup keluarga. Lebih lanjut, diharapkan seluruh masyarakat dapat bersikap lebih bijak hingga berakhirnya masa pemilihan kepala daerah. "Saya harap masyarakat kita punya landasan budaya, landasan sosial, dan landasan keagamaan yang bagus. Dengan begitu, dapat dipotensikan untuk meredamkan konflik antar keluarga," pungkas beliau.