Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Senin, 20 Mei 2024, PTA Pekabaru melaksanan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116. Upacara diikuti oleh selururh personil PTA Pekanbaru di halaman kantor PTA Pekanbaru. Pembina upacara yakni Drs. H. Bustamin, HP, SH., MH (Hakim Tinggi PTA Pekanbaru), komandan upacara Winarto, A.D., SH., MH, pengibar bendera Erin Iren, SE, Fadilla Putri Syabania, SE, M. Raja Rinaldi Nasution, SH, pembaca UUD 1945 Putri Insyira, S.sos, pembaca do’a Khaidir, S.HI, protokol Elida Ulfa, SH dan ajudan Maswandi.

Tema peringatan hari Kebangkitam Nasional tahun ini yakni “Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas. Dalam amanat, pembina apel membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Isis sambutannya antara lain mengatakan Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pemdidikan barat bagi rakyat Hindi Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayai atau bukan.

Apa yang digagas Boedi Oetomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “jembatan emas’. Kemerdekaan dibanyangkan Bung Karno sebagai sebuah “jembatan emas” yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin diatas tanah sendiri. Bung Karni juga menekankan bahwa diujung “jembatan emas” akan selalu ada kemungkinan yang dapat membawa Indonesia menuju kebaikan atapun sebaliknya, yang dalam bahasa Bung Karno “Bahagia bersama atau menangis bersama”. Disinilah Bung Karno mengingatkan kita pentingnya “momen” agar kita mengambil keputusan yang tepat dan cermat untuk membawa kita pada jalan yang mengarah kepada kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi bagian dari peradaban bangsa Indonesia. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner.

Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang didepan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Dititik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045”.

Pelaksanaan upcara ditutup dengan pembacaan do’a.