alt

Pelaksanaan Training of Trainer (ToT) dilaksanakan di Hotel Horison, Jl. K.H. Noer Alie di Kota Bekasi selama 4 hari mulai dari tanggal 21 s.d 24 Maret 2017, lokasi kegiatan ini strategis karena terletak di pusat kota Bekasi tetapi dengan tingkat kemacetan yang tinggi. Perjalanan yang kami tempuh dari Pekanbaru – Jakarta memakan waktu 1 jam 30 menit, sedangkan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Hotel Horison memakan waktu hampir 3 jam dengan menaiki Bus Damri dan disambung dengan menaiki Taxi dari terminal Damri menuju Hotel Horison.

Begitu sampai dihotel jam 17.15 wib kami langsung menyelesaikan administrasi peserta dan mengikuti gladi bersih karena penulis (Ariefna Amini) ditunjuk sebagai salah satu perwakilan peserta untuk dikalungkan name tagnya oleh Bapak Dirjen Badilag di acara Pembukaan ToT, setelah itu jam 18.00WIBlangsung persiapan untuk makan malam dan acara pembukaan di Ballroom Hotel Horison.

Hotel Horison Bekasi merupakan hotel berbintang dengan fasiltas baik, menu makanan restoran yang nikmat dan kamar hotel yang bersih serta view pemandangan kota yang indah membuat para peserta training nyaman dan tidak ada yang mengeluhkan tentang tempat pelaksanaan training.

Acara berlangsung dengan sangat teratur, padat dan berisi. Kami mendapatkan banyak sekali ilmu, mulai dari ilmu personal hingga ilmu manajemen system informasi. Acara pembukaan ini memberikan kesan tersendiri bagi saya sebagai peserta.

Dari seluruh materi yang disampaikan oleh narasumber pada kegiatan bimbingan teknis training of trainer SIPP Tahap I banyak pengetahuan dan pengalaman yang peserta peroleh, pengetahuan-pengetahuan tersebut diantaranya adalah :

1.    Peserta memahami arah kebijakan Ditjen Badilag MA-RI berkaitan dengan modernisasi administrasi perkara berbasis TI dilingkungan Peradilan Agama.

2.    Peserta memahami alur proses SIPP lingkungan Peradilan Umum, Militer dan TUN.

3.    Peserta memahami berbagai menu, sub menu dan fungsi SIPP Tingkat Pertama, SIPP Tingkat Banding, SIPP Mahakamah Agung, dan SIPP Publik (WEB).

4.    Dengan sesi simulasi peserta mengerti bagaiman input data perkara yang benar dari pendaftaran sampai dengan perkara diminutasi.

5.    Dengan sesi diskusi peserta memahami berbagai permasalahan di SIPP Tingkat Pertama, Banding, Mahkamah Agung dan Web yang muncul dari implementasi SIPP pada satker-satker peserta Tahap I.

6.    Dengan sesi diskusi peserta mampu menginventarisasi dan mengkomunikasikan permasalahan SIPP masuk kedalam progres pengembangan dalam waktu dekat (prioritas) atau masih dalam tahap pengusulan kepada tim pengembang.

Peserta Bimtek Training of Trainer Tahap I berasal wilayah sumatera dan jawa, terdiri dari 15 peserta Pengadilan Tingkat Banding dan 15 peserta Pengadilan Tingkat Pertama dibagi dalam 4 (empat) kelompok diskusi yang mengungkapkan permalasahan masing-masing dari satkernya dalam implementasi SIPP Tingkat Pertama, Banding, Mahkamah Agung, Web dan solusi setiap permasalahan yang datang dari kelompok lain atau dari nara sumber sehingga menambah pengalaman peserta atau trik dalam menyelesaikan permasalahan SIPP bagi semua peserta, seperti untuk mengintensifkan komunikasi sesama user SIPP dalam hal Penetapan ulang PMH, PP,  JS/JSP atau lainnya bisa menggunakan menu pesan pada SIPP.

alt

Dari serangkaian pembelajaran yang dilaksanakan pada siang hari sampai dengan malam hari selama bimtek training of trainer SIPP Tahap I metode simulasi dan diskusi merupakan teknik pembelajaran yang paling bermanfaat bagi peserta, karena dengan simulasi menyelesaikan administrasi perkara melalui SIPP memberikan pengalaman nyata bagaimana menggunakan SIPP yang baik dan benar dan dengan sesi diskusi akan mengangkat berbagai permasalahan SIPP yang timbul dan mengetahui teknik pemecahan permasalahan tersebut. (redaksi/ ariefna)

{jcomments on}