Oleh : H. Bunyamin Alamsyah
(Wakil Ketua PTA Pekanbaru)
Pembinaan dan Pengawasan merupakan kemestian yang dilakukan oleh pengadilan Tinggi sebagai kawal depan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang bermisi terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang Agung. Hal ini sesuai KMA Nomor 180/SK/VIII/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Dilingkungan Lembaga Peradilan.
Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru yang mendapat tugas dari Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Drs. H. Alimin Patawari, SH., MH (kandidat doktor) sebagai Korwas, koordinator pengawas di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Riau dan Kepulauan Riau telah melaksanakan pembinaan dan pengawasan internal di wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Selatpanjang dan Batam sejak hari Selasa sampai dengan Jum’at, beberapa saat lalu.
Pukul 5.00 hari Selasa, 8 Juni 2015, H. Bunyamin Alamsyah, Wakil ketua PTA pekanbaru dan H. Pahri Hamidi Panitera Sekretaris bersiap-siap menuju Pengadilan Agama Selatpanjang dengan membawa surat tugas dari Ketua PTA Pekanbaru serta membawa perlengkapan baju secukupnya tidak lupa ransel dan topi serta alat elektronik untuk keperluan pembinaan dan pengawasan.
Pagi itu diiringi hujan lebat, Wakil Ketua PTA Pekanbaru dan Panitera Sektretaris diantar Andi Sopir PTA, menuju Pelabuhan Dukuh di Kota Pekanbaru menuju Selatpanjang, tak lama menunggu datanglah sebuah kapal Speed Boath yang akan mengantar para penumpang menyusuri sungai yang sangat dalam tetapi bersih. Lima menit sebelum berangkat nahkoda dan mualim menghidupakn mesin, dengan piawai seluruh awak kapal Nagaline memberi isarat kapal akan berangkat menuju Pelabuhan Perawang, tentu diantara awak kapal tersebut ada yang berperan sebagai juru mudi, ada pemeriksa peralatan kapal dan ada pula pengawas kapal yang selalu mengamati gerak gerik awak kapal agar masing-masing berperan sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing.
Tak terasa, sembari mengantuk, kapal Nagaline menyusuri sungai Siak dengan mulus, dan berlabuh di pelabuhan kecil bernama Selat Perawang, semua awak kapal sigap memeriksa para penumpang dengan tertib dan mengisaratkan tidak terburu-buru, lalu barang-barang bagasi diturunkan oleh petugas khusus untuk dibawa ke tempat pengambilan barang.
Wakil ketua PTA dan Panitera Sekretaris bersama para penumpang kapal turun dengan sumringah pertanda senang karena estafet perjalanan pertama kurang lebih 1.45 telah selesai dan dengan dilayani sangat memuaskan.
Dari Selat Perawang, para penumpang kapal bergegas menuju tempat mobil metro bus yang sudah menanti, lalu kondektur menyahut dan mangajak para penumpang dengan suara lantang “Selatpanjang – Selat panjang” bersahut-sahutan, tak lama kemudian para penumpang duduk sesuai kursi yang telah disediakan, tak lama kemudian kondektur memperhatikan para penumpang dan mengawasinya satu-persatu dengan tertib, sebagai pertanda pelaksanaan kontrol sebab satu orang saja ketinggalan kondektur tersebut dapat dikatakan tidak profesional atau unprofesional konduct.
Setelah semua para penumpang penuh dan lengkap, baru sopir menghidupkan mesin mobilnya dengan tidak lupa check and recheck pedal gas, rem, lampu-lampu dan suhu mesin serta kondektur memeriksa ban dan lain-lain menandakan kehati-hatian dalam menjalankan mobil bus tersebut. Dengan alunan musik dangdut diawali dengan lagu syahdu dari Inul Daratista supirpun mengendalikan mobil dan begitu profesional Ia menjalankan bus tersebut dengan hati-hati dan tiada terasa 100 menit bus mikro menyusuri jalan, kiri kanan dikelilingi kebun sawit yang luas dan rimbun, Pak Pansek sesekali bergumam dan sambil tersenyum “Bagaimana kalau kita punya sawit disini”, saya menimpali “iya juga, tapi uangnya ada ga”. Pak Pansek menyahut “iya kita punya kebun dirumah aja yang harus dipelihara dan sesekali diberi air”. Pak Pansek senyum ngakak, ya alhamdulillah kita masih punya kebun walaupun kecil, “small is beautifull”.
Kami sampai di pelabuhan Buton, kondektur memberi informasi dengan jelas, Buton – Buton, hati-hati para penumpang jangan ada barang ketinggalan, ada dua jurusan kapal, ke Selatpanjang dan ke Bengkalis, kami turun berdua, sesekali diabadikan lalu bergantia difoto, nampak Pak Pansek senyum dengan tidak lupa memakai pet yang hitam, Pak Wakil Ketua juga tidak ketinggalan memakai pet dengan label MARI.
Sepuluh menit kemudian kami turun dari bus, lalu berjalan kaki ±100 meter, awak kapal yang ke Selatpanjang menyambutnya dengan sahutan “Selatpanjang – Selatpanjang” kami masuk ke Speed Boat seperti kapal yang mengantar dari Pekanbaru ke Selat Perawang.
Ada tontonan yang menarik yang diperagakan awak kapal begitu tertibnya melaksanakan tugas sesuai jobnya, tak ada yang lelah hal ini menandakan profesionalitas di kalangannya, profesional dapat memiliki ilmu dan skil, hal ini pula yang diharapkan setiap pendidikan sertifikasi atau bentuk-bentuk yang berbasis kompetensi, dimana diharapkan memiliki keahlian dan karakteristik yang mantap dimiliki sehingga para karyawan profesional dibidangnya dan akan menghasilkan kerja yang optimal, hal ini seperti peragakan awak kapal sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).
Dari pelabuhan Buton ke Selatpanjang, kapal speed boath Nagaline berjalan lancar, sesekali deburan ombak dan deburan air kecil seperti bersahut-sahutan, para penumpang disuguhi film Cina pada layar televisi, tentu substansi ceritanya sangat baik, dan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua agar hidup itu mempunyai tujuan termasuk memiliki manajemen agar tujuan kita tercapai, tidak saling melampaui batas kewenangan masing-masing.
Film tadi menceritakan berbagai Jawara Kungfu berkumpul untuk meraih harta karun emas di sebuah tempat, lalu tidak ditemukan, semua saling mencuri start dan tidak ada pimpinan yang akhirnya saling membunuh, dan tujuan meraih harta karun tersebut tidak berhasil yang ada adalah kekacauan, tentu walau sepintas ada pelajaran berharga, untuk tempat kerja di Pengadilan Agama adalah manajemen peradilan, manajemen persidangan, pelayanan publik administrasi perkara dan adminstrasi umum dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat menghasilkan produk pelayanan prima, dan kini diharapkan oleh Pak Sekretaris Mahkamah Agung RI kita dimana produk pelayanan dapat diraih oleh para pencari keadilan.
Kapal speed boat melaju dengan cepat dan selamat 1 jam lamanya menyusuri selat sampailah di Pelabuhan Meranti, kami turun dengan lega, Pak Wakil Ketua menggandeng ransel hitam bertopi dengan logo MA, Pak Pansek dengan pet hitam. Semua awak kapal dan petugas pelabuhan dengan sapaan hormat seperti kepejabat yang ditunggu-tunggu, ternyata dipintu keluar ada aparat Pengadilan Agama Selatpanjang telah menyambut, ada Pak Hakim, pak Wasek, Pak Wira (Panitera Pengganti) dan kawan-kawan menyambut dengan penuh hormat dan kekeluargaan, lalu kita dibawa mobil dinas Pengadilan Agama Selatpanjang, kita dibawa ke penginapan Dipa Hotel untuk berkemas sejenak, ganti pakaian dinas, nampak Pak Pansek dengan baju dinasnya, begitu pula Wakil Ketua PTA telah memakai baju PDL, karena mau melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan yang diamanatkan oleh Bapak Ketua PTA sesuai tugas yang telah diberikan.
Sebelum menuju penginapan kami disinggahkan ke rumah makan, disana terdapat kakap, patin, ayam kampung, sambal balado, dan nasi khas Padang. Laparpun mengganggu karena telah menuju perjalanan yang melelahkan tapi mengasikkan, akhirnya kami larut dalam makanan khas nan lezat, tak terasa kami makan dan nambah, dari pelayanan kedai tersebut terlihat adanya pelayanan prima, pelayanan melayani secara profesional ialah seorang pelayanan membawa makanan dengan sigap, seakan-akan mengetahui para pendatang sedang lapar. Salah seorang menawarkan jus dengan selera masing-masing, setelah melahap makanan, rasa kenyang timbul, pelayan mendatangi para tamu dengan sesekali tersenyum dan ramah, lalu meluncur ulang kata kata barangkali ada yang kurang air yang kosong ditempatkan pula digelas kita, rasa nyaman dan puas terhadap pelayanan tersebut, kemudian kita pamit, kami ucapkan terimakasih dan ananda kita Wira dan Pak Yengki mengajak kami memasuki mobil dinas PA Selatpanjang. Kami merasa puas pelayanan karyawan kedai tersebut terkesan bahwa bila peduli kerja itu akan dirasakan puas, kalau dilaksanakan secara profesional.
Mobil nomor plat merah warna krem dengan diawali oleh sopir kantormelaju ke kantor PA Selatpanjang, dan akhirnya kita sampailah di kantor yang standar dan nampak bersih, terkesan pelaksanaan manajemen peradilan telah berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Didepan pintu berderet sejumlah hakim dan pejabat struktural dan fungsional menyapa dengan hangat kedatangan kami dengan tugas pembinaan dan pengawasan.
Pak Pansek bergegas menuju toilet lalu memeriksa tim IT PA Selatpanjang memeriksa ruang Wapan, Wasek dan ruang-ruang lainnya. Wakil Ketua memperhatikan ruang sidang utama dan ruangan lainnya, memeriksa pula ruang ketua dan wakilnya yang masih kosong, pengawasan lainnya keruang mediasi, Pak Wakil sesuai ilmunya bahwa ruang mediasi harus nyaman, kalau perlu ada air minum dan lain-lain. Ruang arsip dan perpustakaan juga dikunjungi, termasuk pula ruang pelayanan untuk penyandang cacat, dan ruang ibu menuyusui dan lain-lain.
Setelah keliling ruangan lalu memasuki ruang utama untuk pembinaan dan mengekspos penemuan pengawasan baik Pansek maupun Wakil Ketua PTA Pekanbaru.
Ibu Pelaksana Tugas membuka acara dengan lancar sembari memperkenalkan karyawan dan karyawatinya lalu dengan para kontrak kerja, pelaksana Tugas Ketua menyerahkan kesempatan kepada Panitera Sekretaris dan Wakil Ketua PTA Pekanbaru untuk menyampaikan arahan pembinaan dalam pengawasan dan menindaklanjuti temuan-temuan yang telah dilaksanakan, para pengawas maupun pengawas dari PTA, beberapa bulan yang lalu.
Pembicara pertama Panitera Sekretaris PTA Pekanbaru, beberapa diantara poin terpenting pembinaannya yaitu:
1. Pansek mengapresiasi disiplin perlu terus dipertahankan sebagai striker kita dengan adanya penghasilan dan perbaikan kesejahteraan para hakim, para pejabat dan seluruh staf yang telah diusulkan oleh Ketua MA, Sekretaris MARI dan pejabat lainnya.
2. Pemisahan Panitera dan Sekretaris tidak terlalu lama lagi dan hal ini telah disampaikan oleh Pak Nurhadi , sekretaris MARI yang baru-baru ini telah berceramah 6 jam tanpa istirahat pada hari senin 2 Juni 2015 dalam pembukaan Konsultasi Anggaran tahun 2016 di Hotel Aryaduta yang dihadiri oleh Ketua dan Sektretaris Pengadilan Tinggi, Pengadilan Tinggi Agama, Pengadilan Tata Usaha Negara, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama Sewilayah Pekanbaru.
3. Kebersihan, ketertiban kantor merupakan bagian penting untuk diperhatikan, seraya menyampaikan terimakasih pada para pejabat dan staf, serta para pramubakti yang telah mengabdi dan bekerja di Pengadilan Agama Selatpanjang.
4. Kekompakan para karyawan dan pimpinan harus pula ditingkatkan karena pekerjaan di Pengadilan Agama Selatpanjang ini cukup berat karena ingin memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan.
5. Terimakasih atas sambutan dan pelayanan kepada kami.
Pembinaan Wakil Ketua.
1. Mengajak setiap pejabat struktural, fungsional serta seluruh jajaran PA Selatpanjang meningkatkan keilmuan dan keterampilan agar dapat menghasilkan produk pelayanan maksimal bagi pencari keadilan.
2. Setiap karyawan agar bekerja sesuai job masing-masing secara profesional agar pekerjaan tersebut dapat menghasilkan produk pekerjaan yang baik.
3. Dalam manajemen yang dilaksanakan 4 hal, planning, organizing, actuality, controllig (POAC, George Terry). Termasuk pemberdayaan pengawasan yang dilaksanakan oleh pengawas bidang.
4. Tujuan pembinaan dan pengawasan itu adalah untuk dapat mengetahui kenyataan yang ada sebagai masukan dan bahan pertimbangan pimpinan Mahkamah Agung, dan atau pimpinan pengadilan untuk menentukan kebijakan dan tindakan yang diperlukan menyangkut pelaksanaan tugas pengadilan, tingkah laku para aparat pengadilan, dan kinerja pelayanan publik pengadilan.
Dari PA Selatpanjang, Wakil Ketua PTA pekanbaru dan Pansek meneruskan perjalanan dengan menumpang Kapal Dumai Ekspres, dengan nyaman dan sangat bersih, kapal tersebut berjalan dengan mulus dan tidak terasa sudah sampai di Pulau Batam ± 2 jam perjalanan, kami disambut Bapak Ketua, Wakil, Pansek dan Karyawan lainnya.
Karena kelelahan, istirahat dulu di penginapan di Batam. Pagi-pagi kami memberikan pembinaan dan pengawasan, dengan antusias seluruh para karyawan menyimak dan mendengarkan pembinaan dan arahan seprti halnya dilakukan di PA Selatpanjang. Lepas pembinaan kami pamit menuju Bandara Batam, ditengah perjalanan ditelpon oleh Pak Ketua, bahwa di kantor PA Batam terdapat kejadian adanya penahanan yang dilakukan oleh suami pada istri dan keluarganya. Kami banting stir untuk kembali ke Kantor PA Batam, ternyata memang ada kejadian tersebut, lalu kami konfirmasi pada beberapa karyawan, spontanitas kami melaporkan kejadian tersebut ke Bapak Dirjen Badilag MARI di Jakarta, dan kepada para pejabat lainnya. Tragedi itu mengingatkan kita semua agar keamanan perlu ditingkatkan, sehingga pelayanan publik tidak terganggu dan berjalan dengan lancar.
Terdapat beberapa catatan perjalanan tersebut adalah:
1. Aparat Pengadilan Agama, seyogyanya menjadi pelayan profesional, cerdas dan memiliki ilmu dan keterampilan yang baik seperti digambarkan awak kapal Nagaline, warung makan dan kapal Dumai Ekspres.
2. Pembinaan dan pengawasan itu mutlak dilaksanakan baik pengawasan internal maupun sesuai KMA Nomor 080/SK/VIII/2006 tanggal 24 Agustus 2006.
3. Pengawasan yang perlu diperhatikan adalah manajemen peradilan, manajemen persidangan, pelayanan publik dan administrasi perkara juga administrasi umum.
4. Pengawasan internal adalah pengawasan dari dalam lingkungan peradilan sendiri yang mencakup dua jenis pengawasan yaitu pengawasan melekat dan pengawasan fungsional.
5. Pengawasan dimaksudkan untuk memperoleh informasi apakah penyelenggaraan teknis peradilan, pengelolaan administrasi peradilan, dan pelaksanaan tugas umum, peradilan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
{jcomments on}

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

