
Hidup di negara tropis, tentu masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan buah berair segar dan bercita rasa gurih, kelapa. Ini termasuk salah satu jenis buah yang tumbuh subur di negara-negara yang mendapat banyak sinar matahari. Tak heran jika di Indonesia, kelapa banyak diolah menjadi beragam makanan dan minuman.
Bukan hanya memiliki cita rasa yang lezat, kelapa mengandung banyak sekali nutrisi baik yang dibutuhkan tubuh. Mulai dari kandungan vitamin B, vitamin C, vitamin E, bahkan hingga beberapa jenis mineral seperti zat besi, selenium, fosfor, kalium, zinc, dan magnesium.
Dari beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya, pantas saja jika kelapa dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Bahkan di kawasan Asia dan Pasifik, disepakati hari khusus yaitu Hari Kepala Sedunia, tidak lain untuk menyoroti dan meningkatkan kesadaran penting dan bermanfaatnya buah kelapa.
Perayaan ini diperingati setiap tahun yaitu tanggal 2 September. Tepat pada perayaan hari ini, tentu menarik untuk dibahas bagaimana sejarah atau awal mula dibentuknya Hari Kelapa Sedunia hingga menjadi peringatan tahunan. Selain itu, juga terdapat fakta-fakta unik tentang kelapa yang tak kalah penting untuk diketahui.
Dilansir dari National Today, berikut kami merangkum sejarah peristiwa 2 September yang diperingati sebagai Hari Kelapa Sedunia dan berbagai faktanya, bisa Justice Seeker simak.
Sejarah Hari Kelapa Sedunia

Sejarah Hari Kelapa Sedunia pertama kali diadakan pada tanggal 2 September 2009. Perayaan ini dipelopori oleh Komunitas Kelapa Asia dan Pasifik, tidak lain untuk menyoroti dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya dan bermanfaatnya buah kelapa. Manfaat buah kelapa ini tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga manfaat dari segi ekonomi.
Di mana buah kelapa dapat diolah menjadi beragam makanan dan minuman menarik. Bahkan buah kelapa juga dimanfaatkan untuk produksi berbagai macam barang, mulai dari produk kecantikan, hingga batok dan sabut kelapa yang sering dibuat menjadi peralatan makan, peralatan masak, hingga kerajinan tangan yang unik dan menarik.

Selain sejarah pertama kali dirayakan Hari Kelapa Sedunia, tentu Anda juga penasaran dari mana buah berdaging putih ini berasal. Dalam hal ini, terdapat cerita menarik yang berkembang dari masa ke masa. Dalam kartun dan animasi anak, buah kelapa digambarkan memiliki tiga lekukan yang jika dilihat seperti menyerupai wajah manusia.
Cerita rakyat Iberia kuno menjelaskan ketika penjelajah Portugis dan Spanyol melihat lekukan tersebut dan mengingatkan mereka pada hantu atau entitas serupa. Karakter mitos dari cerita tanah kelahiran mereka disebut 'Coco', dan karenanya, kata coconut lahir.
Sejak saat itu, buah kelapa semakin menyebar dari India ke pantai Afrika Timur, berkat pelaut Arab, dan dari Asia Tenggara ke barat Madagaskar di Samudra Hindia dan ke timur Pasifik, berkat pelaut Austronesia.
Kelapa telah menjadi pembangkit tenaga listrik sejak itu, dan menghasilkan berbagai macam produk yang bermanfaat. Daging putih lembut dan air di dalam kelapa digunakan dalam berbagai resep memasak dan memproduksi minyak dan susu. Mentega kelapa, krim kelapa, dan minyak kelapa adalah produk sampingan yang digunakan dalam produk kecantikan. Tidak hanya itu sekam serta daun kelapa juga digunakan untuk membuat keset, atap, dan gubuk.
Fakta-Fakta tentang Kelapa

Setelah mengetahui sejarah 2 September yang diperingati sebagai Hari Kelapa Sedunia, terakhir terdapat beberapa fakta tentang kelapa yang tak kalah menarik untuk disimak. Fakta pertama, kelapa adalah buah dengan sumber antioksidan tinggi yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Dalam hal ini, daging kelapa dan air di dalamnya dapat diolah menjadi beragam makanan dan minuman lezat yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Selain kandungan antioksidan, kelapa juga mengandung serat rendah kalori yang bermanfaat untuk penderita diabetes. Dikatakan bahwa mengonsumsi lebih banyak kelapa dapat membantu mengatur gula darah penderita diabetes secara efektif.
Di samping manfaat kesehatannya, kelapa juga sering digunakan untuk perawatan kecantikan. Seperti orang India yang menggunakan minyak kelapa untuk memberi nutrisi rambut. Minyak kelapa yang memiliki beragam kandungan dapat berguna untuk membuat rambut lebih lembut dan mudah diatur, mendukung pertumbuhan rambut, hingga mengatasi sejumlah masalah rambut lainnya.
Manfaat kecantikan kelapa juga sering digunakan untuk perawatan kulit. Khasiat ini masih didapatkan dari minyak kelapa yang dapat efektif mengatasi gigitan nyamuk, melembapkan kulit, mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit, mengurangi kulit kusam, hingga membantu menyembuhkan kulit dari bekas luka.
Fakta terakhir tentang kelapa yang tidak kalah unik yaitu serutan atau parutan kelapa sering kali ditambahkan ke dalam masakan untuk membuat tekstur yang lebih menarik. Bukan hanya tekstur, parutan kelapa yang ditambahkan ke dalam makanan juga menghasilkan sensasi menarik saat dikonsumsi, yaitu terasa renyah dan gurih.
Lebih dari itu, batok, sabut kelapa, batang daun, daun, hingga batang kelapa juga sering dimanfaatkan sebagai bahan membuat berbagai peralatan dan kerajinan tangan. Sehingga, bukan hanya buah kelapa saja yang bermanfaat, tetapi juga seluruh bagian dari pohon kelapa dapat dibuat menjadi suatu hal yang berguna.
Sensasi Kehidupan Petani di Negeri Hamparan Kelapa Dunia









Mulai dari ujung Utara di Kecamatan Pulau Burung hingga ke Selatan di Kecamatan Reteh, perkebunan kelapa merupakan hal yang sangat lazim menjadi pemandangan di Kabupaten Indragiri Hilir. Luas Kebun Kelapa yang mencapai 400 ribu hektar, membuat Indragiri Hilir memang layak mendapat julukan “Negeri Hamparan Kelapa Dunia”.
Provinsi Riau merupakan produsen kelapa dalam (kopra) terbesar di Indonesia. Indragiri Hilir sebagai kabupaten penghasil kelapa dalam (kopra) terbesar di Provinsi Riau sudah dikenal dengan hamparan perkebunan kelapa dengan luas lahan seluas 439.955 ha (85.11% dari total luas lahan Provinsi Riau) dengan jumlah produksi 359.372 ton (85.23% dari total produksi Provinsi Riau) (BPS Tahun 2015).
Salah satu perkebunan kelapa yang telah terkenal ke seluruh dunia adalah tempat bernama Parit Tanjung Pasir, Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling. Di kampung yang berjarak tak sampai 1 jam dari Kota Tembilahan ibukota Kabupaten Indragiri Hilir itu, terhampar subur, menghijau tinggi, kebun-kebun kelapa masyarakat. Maka tak heranlah pula, kampung ini terpilih menjadi lokasi Field Trip pada Festival Kelapa Internasional, September 2017 lalu.
Disini Justice Seeker dapat menyaksikan kehidupan tradisional masyarakat petani kelapa Indragiri Hilir. Tak cuma itu saja, kita bahkan juga bisa merasakan dan mengikuti langsung proses pemanenan kelapa hingga diolah menjadi kopra (memanen kelapa, menghiliri puluhan ribu kelapa di sungai, mengambung dan menyolak) dan layak dijual ke luar negeri yang tak akan mudah kita temukan ditempat-tempat lain di dunia. Keringat yang mungkin anda keluarkan dalam mengikuti seluruh proses itu, tentu saja akan disuguhi dengan manisnya buah kelapa-kelapa segar disana.(eka/PaBkn)

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

