Drs. H. Ridwan Alimunir, SH.,MH/Hakim Tinggi PTA Pekanbaru saat menyampaikan tausiyah
 

Pekanbaru || www.pta-pekanbaru.go.id

Sebagaimana biasanya tiap hari senin setelah warga Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pekanbaru melaksanakan sholat ashar bersama, kemudian dilanjutkan dengan menggelar acara Kultum (Kuliah Tujuh Menit) di mushalla Al-Mahkamah PTA Pekanbaru (13/04/2015).

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh ketua pengurus mushalla PTA Pekanbaru Manufri, A.Md.,SH.,MH, selaku pembawa acara pada saat ini yaitu Nurjasman,BA/ Panitera Pengganti dan penceramaah adalah Drs. H. Ridwan Alimunir, SH.,MH/Hakim Tinggi PTA Pekanbaru.

Dalam ceramahnya ia menyampaikan :

“Semua manusia, terutama yang beriman/Mukmin selalu menginginkan dan berdoa supaya hari ini lebih baik dan sukses lagi berkah dari hari-hari yang sudah berlalu. Begitu juga hari yang akan datang/masa depan juga lebih baik, sukses dan barkah dari hari ini.

Semua harapan dan doa itu tentunya harus dirancang dan dipersiapkan dari hari ini, yaitu dengan melihat hari-hari yang berlalu. Apa yang dilakukan pada hari-hari yang sudah berlalu, bila sudah baik dan benar, maka hari ini tinggal mempertahankan dan berusaha terus supaya lebih baik lagi, baik dari pandangan manusia, apalagi dari pandangan dan penilaian Allah SWT.

Allah melihat dan menilai manusia dari ketaqwaannya. Siapa yang tinggi nilai ketaqwaannya, maka dia lebih bernilai dan lebih disayangi oleh Allah. Maka dari itu Allah selalu mempercayakan kepada orang yang beriman untuk menjadi bertaqwa. Saking sayangnya Allah kepada hambaNya yang bertaqwa, sering dipanggil dan bahkan dalam sebuah ayat pendek sampai 2(dua) kali:

Terjemahnya; hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu memperhatikan (mengevaluasi) apa-apa yang sudah berlalu (terjadi), untuk (menghadapi) masa yang akan datang, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengkhabarkan (mengetahui) apa-apa yang  kamu lakukan.

Dari ayat ini jelas sekali bahwa Allah sangat menyayangi hambaNya YANG BERIMAN, sampai 2 (dua) kali perintah untuk menjadi bertaqwa. Sepertinya Allah mengatakan kepada hambaNya yang beriman BAHWA BERIMAN BELUM TERJAMIN MENJADI BERTAQWA.

Menuju BERTAQWA itu salah satu caranya adalah dengan MENGEVALUASI APA-APA YANG SUDAH BERLALU (terjadi), dan kejadian-kejadian masa lalu harus dijadikan (dimeneg) sebagai bahan pertimbangan untuk pekerjaan dan prilaku untuk menuju lebih bertqwa.

Mari kita lihat sunami di Aceh yang melanda Aceh dan banyak daerah lain dan bahkan Negara lain. Dengan naiknya gelombang air laut setinggi belasan meter, yang menggulung bangunan yang kokoh , pohon dan benda besar dan berat lainnya, apalagi manusia, yang menjadi korban bencana ini, dibawa arus dengan luluh lantak sampai 500 meter. Kejadian ini diceritakan oleh teman yang bersal dari Aceh yang selamat dari sunami tersebut, bahwa sunami itu dia kira ITULAH KIAMAT YANG SEBENARNYA.

Itu baru air laut yang diperlihatkan Allah. Kalau dilihat lagi ANGIN TOPAN (angin apa lagi namanya) yang berputar dengan kencang dan sambil bergerak, dan apa yang dia lalui, digulung hancurkannya dan diterbangkan BAGAI KAPAS DITIUP ANGIN.   Perhatikan lagi TANAH LONGSOR di mana-mana, yang diibaratkan oleh saksi mata SEBAGAI TANAH BERJALAN, yang menimbun dan membenamkan apa-apa yang dia temui, termasuk manusia sebagai korbannya. Akhir-akhir ini kita ketahui juga, bahwa AWAN PANAS DI ANGKASA juga bisa merusak pesawat udara sehingga harus turun ke bumi dan tidak bisa menyelamatkan diri, di dalamnya banyak manusia sebagai korbannya.

ITU SEMUA BARU SEBAGIAN-SEBAGIAN DINAMPAKKAN ALLAH SEBAGAI KIAMAT KECIL. Kalau kita lihat dalam surat AL QARI’AH, MENEGASKAN BAHWA PADA HARI KIAMAT NANTI :

MANUSIA SEPERTI ANAI-ANAI YANG BERTERBANGAN;

GUNUNG-GUNUNG (BERSERAKAN) BAGAIKAN BULU-BULU YANG BERHAMBURAN.

DAPAT DIBAYANGKAN DAN DIKHAYALKAN BAGAIMANA KITA DI HARI KIAMAT TERSEBUT. Dengan kejadian-kejadian diatas saja sudah dianggap kiamat sebenarnya, APALAGI KIAMAT YANG SESUNGGUHNYA. KITA SEPERTI ANAI-ANAI, LALU DITIMPA LAGI OLEH TEBARAN TANAH DAN BATU GUNUNG YANG SEPERTI BULU-BULU YANG BERHAMBURAN MENIMPA MANUSIA. TENTUNYA MANSIA YANG MEMPUNYAI BEKAL AMALAN KEBAIKAN YANG BANYAK AKAN SELAMAT DARI KEJADIAN-KEJADIAN TERSEBUT.

Sudah lebih dari 1400 tahun yang lalu diingatkan dan diperingatkan oleh ALLAH tentang kiamat dan bahkan dicontohkan oleh ALLAH dengan PERISTIWA-PERISTIWA sebagai KIAMAT KECIL. Tapi manusia masih banyak yang kufur/tidak ingat dan bahkan lupa untuk mempersiapkan diri BAGAIMANA DAN APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN UNTUK MENGHADPI KIAMAT. Senyatanya dan fakta kita lihat, seolah-olah manusia masih banyak yang merasa akan hidup selama-lamanya, sehingga tidak takut dengan dosa-dosa dengan berbuat apa saja untuk memperkaya diri dan keluarga atau orang lain dengan KORUPSI. Na’u zu billahi min zalik. Mudahan kita selalu dibimbing dan diberi kekuatan supaya terhindar dari perbuatan – perbuatan seperti itu.

Cara termudah untuk memelihara diri dari perbuatan tersebut adalah dengan cara berusaha setiap saat, dimanapun dan dalam keadaan bagaimanapun supaya BERTAQWA KEPADA ALLAH SWT.

Begitu banyak nikmat Allah yang wajib kita sukuri; Masih diberi hidup dan kesehatan dan bahkan setiap hari selamat, aman dan nyaman sampai di kantor untuk melaksanakan tugas kewajiban sebagai pegawai PTA Pekanbarudan bahkan dapat melakukan shalat berjama’ah 2 kali sehari. Tidak bisa dihitung dan dinilai dengan apapun, sehingga digambarkan dalam al Qur’an bahwa nikmat Allah itu bila ditulis dengan tinta sebanyak air laut dan bahkan ditambah lagi dengan sebanyak air laut, maka masih banyak nikmat Allah yang belum tertuliskan.

Maka dari itu sangat pantas kalau sudah sampai di kantor, kita semua SUJUD SYUKUR, berterima kasih kepada ALLAH, seraya berucapkan dalam sujud; TERIMA KASIH YA ALLAH ENGKAU SANGAT MENYAYANGI AKU, MENYELAMATKAN AKU SAMPAI DI KANTOR DENGAN AMAN DAN TIDAK TERLAMBAT. Jangan tunggu sampai zuhur baru mau berkomunikasi dengan ALLAH, lakukan shalat dhuha minimal 6 rakaat. Dan mohonlah kepada Allah rezeki dll (sesuai hajat masing-masing), dan MINTA AMPUNLAH KEPADA ALLAH SETIAP HARI. Mungkin setiap hari fasilitas kantor terpakai untuk kepentingan pribadi.

Begitu juga di malam hari. JANGAN TUNGGU SAMPAI SHUBUH BARU berkomunikasi dengan ALLAH. LAKUKAN/KERJAKAN SHALAT MALAM (bisanya terbangun tengah malam untuk BAK, dibangunkan Allah untuk MENGingatNYA), SEHINGGA interval tidak mengingat Allah hanya beberapa jam, supaya tidak leluasa syetan menggoda dan menyesatkan kita.

Mudah-mudahan dengan demikian, kita telah melakukan cara terbaik dalam menata hidup dan kehidupan dalam memeneg masa depan supaya lebih bahagia, tenang, aman dan nyaman di dunia dan insya Allah juga di akhirat. Amin”.

 


Jamaah Mushalla Al-Mahkamah PTA Pekanbaru sedang mendengarkan tausiyah dari penceramah

Demikin sedikit kultum singkat yang saya berikan, semoga bermanfaat",ujar Drs. H. Ridwan Alimunir, SH.,MH di penghujung ceramahnya. Tanpa terasa penyampaian tausiyah dari penceramah berakhir sampai pada pukul 16.30 wib tepat pada saat jam pulang pegawai PTA Pekanbaru.

 

(Tim Redaksi PTA Pekanbaru)