Fadhilah Sedekah Jariyah dengan Menanam Pohon

 

Seperti diketahui bersama bahwa sedekah jariyah tidak hanya berbentuk materi saja, senyum pun dapat disebut sedekah. Tersedianya macam-macam bentuk sedekah jariyah memudahkan kita untuk mengamalkannya. Salah satu bentuk bentuk sedekah jariyah yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir adalah dengan menanam pohon, ketika itu Rasulullah SAW memasuki kebun Ummu Ma’bad, ia berkata,

 “Wahau Ummu Ma’bad, siapakah yang menanam kurma ini? muslim atau kafir? Ummu Ma’bad pun menjawab, Muslim. Lalu Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu memakannya baik manusia atau keledai atau burung kecuali akan menjadi sedekah baginya hingga hari kiamat.” (HR. Muslim).

Dengan berbekal dari kisah yang diriwayatkan tersebut dapat ditarik beberapa poin penting untuk bersedekah dengan menanam pohon. Niatkan hal tersebut untuk ibadah dan mencari ridho Allah SWT, ada pun dalam hadits tersebut terdapat jaminan bahwa pahalanya akan terus mengalir sampai hari kiamat, anggaplah sebagai bonus dari amal jariyah yang kita lakukan.

 

Seperti satu cerita yang mengisahkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sedang berkuda disekitaran kota, di suatu jalan nampaklah seorang kakek tua yang sedang asik menanam pohon kurma, Khalifah pun kebingungan kenapa seorang kakek tua sangat asik menanam kurma. Dengan perlahan sang khalifah mendekati orang tua tersebut, setelah turun dari kudanya, khalifah Umar bin Abdul Aziz turun dari kudanya dan mengucap salam kepada si orang tua dan bertanya,” Assalamu’alaikum sedang apa engkau wahai Pak tua?”

Pak tua pun menjawab dengan ramah salam dari khalifah,” Wa’alaikum salam Tuan.

Saya sedang menanam pohon kurma tuan.”

Khalifah kembali bertanya,” Engkau kan sudah tua, buat apa menanam pohon kurma?

Bukankah pohon kurma baru akan berbuah setelah menunggu bertahun-tahun lamanya?

Apakah engkau masih hidup saat panen buah korma dari pohon yang engkau tanam?”

Pak tua menjawab dengan tatapan mata yang berbinar-binar penuh semangat.

”Memang benar, tuanku, usia hamba memang sudah tua, kalau hamba masih sempat memanen buah korma ini ya alhamdulillah, namun sekiranya saat panen tiba hamba sudah dipanggil oleh Allah dan sudah meninggalkan dunia, ini tentu masih ada anak-anak saya yang bisa memanen buah dari pohon ini. Atau pun jika ada para musafir yang hendak beristirahat dan memakan buah kurma dari pohon ini, tentu akan jadi amalan baik untuk kita dan terus mengalir sampai hari kiamat.

Pengadilan Agama Ujung Tanjung yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir, dengan cuaca yang panas dan terik sangatlah membutuhkan penambahan pohon-pohon sebagai tanaman penaung supaya sinar matahari tidak secara langsung menyoroti bangunan sehingga berakibat suhu yang panas di sekitar area kantor. Selain teduh, kalau lah pohon tersebut adalah pohon berbuah ketika musimnya akan dinikmati bersama. Alangkah baiknya kalau banyak orang yang berpikiran dan bertindak seperti kisah penanam pohon kurma yang disinggahi Rasul, juga kisah tentang kakek tua yang semangat dipenghujung usianya untuk sedekah jariyah. (antonsogiri).