Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Kamis, 14 April 2022, Kultum Ramadhan di Musholla Al Mahkamah yang disampaikan setelah pelaksanaan Sholat Zhuhur berjamaah disampaikan oleh Ketua PTA Pekanbaru Dr. H. Harun S, SH., MH, yang disampaikan dihadapan seluruh jema’ah Sholat Zhuhur Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru.

Beliau membuka kultum dengan menyampaikan Surat Al Baqarah Ayat 183 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Mudah-mudahan keimanan kita bertambah dan lebih baik lagi.

Kultum kali ini diisi dengan menceritakan kisah Lukmanul Hakim dengan tunggangan keledainya yang kurus. Lukmanul Hakim terkenal dengan seseorang yang benar-benar mendidik anaknya akan keesaan Allah dan nasehat-nasehat bijaknya.

Dimana dari kisah menunggang keledai bersama anaknya, Lukmunul Hakim pada satu waktu menunggang keledai berdua dengan anaknya, satu waktu anaknya yang menunggang keledai dan dia berjalan mengiringi, dan dilain waktu dia yang menunggangi keledai dan anaknya yang menaiki keledai, dan dilain waktu Lukmanul Hakim beserta anaknya berjalan beriring tidak menunggangi keledainya. Dari berbagai keadaan tersebut, ada dua penilaian dari orang-orang yang melihatnya, penilaian positif dan penilaian negatif. Lantas lukmanul Hakim berkata kepada anaknya :

"Anakku, kau dengar sendiri bukan, semua perkataan mereka kepada apa yang kita lakukan dari awal!? Dimata mereka, tidak ada satupun tindakan kita yang benar. Semua salah!" Kata Luqman kepada anaknya.

"Karena itu, dalam hidup ini kita harus punya prinsip, pendirian yang kuat dan harus tegas. Lakukan saja apa yang bermanfaat bagimu dan agamamu, jangan terlalu ambil pusing dengan perkataan orang lain. Aku berharap kau bisa mengambil sendiri pelajaran berharga dari perjalanan kita dengan keledai ini," kata Luqman sambil mengikat keledai pada sebuah tiang.

Kisah Lukmanul Hakim yang diberikan buah asam akan tetapi pada saat ditanya dia menjawab bahwa buah tersebut manis. Kisah Lukmanul Hakim yang diberi pilihan ingin meneriman daging bagian mana dari sembelihan, dan dia memilih bagian hati dan lidah. Teman dan keluarga yang baik adalah yang menghargai pemberian orang lain.

Semoga kisah-kisah tersebut diatas dapat diteladani untuk kehidupan sehari-hari, danmenjadikan kita sebagai hamba Allah yang lebih beriman.